Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Usia

Bismillahirrahmanirrahim

Betapa inginnya dia membantu para ulama dalam dakwah mereka… betapa inginnya dia menuntut ilmu lebih banyak dari yang dia tuntut sekarang… Betapa inginnya dia menghabiskan waktu untuk menghafal Al-Qur`an, menjadi seorang penulis yang dengan tulisannya Islam bertambah jaya… Betapa dia ingin mempunyai masa remaja yang begitu panjang dan tak akan pernah berlalu sehingga apa yang dimilikinya bisa sempurna tersalurkan untuk Islam dan muslimin…
Mengapa usianya cepat sekali menua… Mengapa waktu terus berlari dan tak pernah lelah menjauh… Dia merasa belum memaksimalkan masa remaja ini untuk Islam… Tetapi keadaan menuntutnya untuk melakukan sesuatu yang memang menjadi sunnah para Rasul…
Dia begitu terhimpit…
Dia begitu takut…
Ya Allah, kasihanilah dia…
Bimbinglah dia dan berikanlah padanya apa yang paling baik menurut-Mu… bukan menurut hawa nafsunya…
Amin ya Rabbal ‘Alamin…

Iklan

Sindrom Asperger

Terinspirasi dari film My Name is Khan… Jadi ingin tahu apa itu sindrom Asperger…Ambil baiknya saja dan tinggalkan yang tak sama pahamnya dengan kita….

Sindrom Asperger (bahasa Inggris: Asperger syndrome, Asperger’s syndrome, Asperger’s disorder, Asperger’s atau AS) adalah salah satu gejala autisme di mana para penderitanya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya, sehingga kurang begitu diterima. Sindrom ini ditemukan oleh Hans Asperger pada tahun 1944. Sindrom Asperger dibedakan dengan gejala autisme lainnya dilihat dari kemampuan linguistik dan kognitif para penderitanya yang relatif tidak mengalami penurunan, bahkan dengan IQ yang relatif tinggi atau rata-rata (ini berarti sebagian besar penderita sindrom Asperger bisa hidup secara mandiri, tidak seperti autisme lainnya). Sindrom Asperger juga bukanlah sebuah penyakit mental.

Ketika orang berbicara, umumnya mereka menggunakan bahasa tubuh seperti senyuman dan komunikasi nonverbal lainnya, dan juga kata-kata yang dikeluarkan oleh mereka cenderung memiliki lebih dari satu buah makna. Seorang penderita sindrom Asperger memiliki kesulitan untuk memahami bentuk-bentuk komunikasi non-verbal serta kata-kata yang memiliki banyak arti seperti itu, dan mereka hanya memahami apa arti kata tersebut, seperti yang ia pahami di dalam kamus. Para penderita sindrom Asperger tidak mengetahui bagaimana memahami ironi, sarkasme, dan penggunaan bahasa slang, apalagi memahami mimik muka/eskpersi orang lain. Mereka juga tidak tahu bagaimana caranya untuk bersosialisasi dengan orang lain dan cenderung menjadi pemalu.

Para dokter melihat sindrom Asperger sebagai sebuah bentuk autisme. Seringnya, disebut sebagai “autisme yang memiliki banyak fungsi/high-functioning autism“. Hal ini berarti setiap penderita sindrom Asperger terlihat seperti halnya bukan seorang autis, tetapi ketika dilihat, otak mereka bekerja secara berbeda dari orang lain. Para dokter juga sering mengambil kesimpulan yang salah mengenai sindrom Asperger setelah mendiagnosis penderitanya, dan memvonisnya sebagai pengidap skizofrenia, ADHD, sindrom Tourette atau kelainan mental lainnya.

Bagian otak yang memiliki kaitan untuk melakukan hubungan sosial dengan orang lain juga sebenarnya mengontrol bagaimana tubuh bergerak dan juga keseimbangan tubuh. Karena itu, seorang penderita sindrom Asperger mungkin mengalami masalah yang melibatkan pergerakan tubuh, seperti halnya olah raga, atau bahkan jalan kaki, yang kadang-kadang sering terpeleset. Mereka juga memiliki kebiasaan grogi/nervous.

Para penderita sindrom Asperger cenderung lebih baik dibandingkan orang-orang lain dalam beberapa hal seperti matematika dan hitung-hitungan, tulisan serta pemrograman komputer. Banyak Penderita sindrom Asperger memiliki cara penulisan yang lebih baik dibandingkan dengan cara mereka berbicara dengan orang lain. Mereka juga memiliki sebuah minat yang khusus yang mereka tekuni dan bahkan mereka menekuninya sangat detail, serta mereka justru menemukan hal-hal kecil yang orang lain sering melewatkannya.

Dikutip dari wikipedia…

Setiap manusia dibekali oleh Allah kelebihan dan kekurangan… Semoga dengan kekurangan dan kelebihan yang Allah berikan kepada kita, kita semakin dekat kepada-Nya, amin.

keinginan

Bismillahirrahmanirrahim

Adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagiku dapat bertemu seorang hafizhah hari Senin, 26 Juli lalu. Adalah merupakan suatu kesejukan dalam hati ini, bisa menjabat tangan beliau yang digunakan untuk sibuk membolak-balik kitab Allah… tangan yang begitu mulia. Adalah suatu ketentraman bisa duduk bersanding dengan orang yang dipilih oleh Allah untuk menjaga kitab-Nya… kapan aku bisa jadi seperti beliau…

Ya Allah, keinginan untuk jadi hafizhah dalam hati ini juga begitu besar. Kendalanya hanya satu: urusan waktu. Jadikanlah aku ini ada dalam rentetan nama-nama orang-orang yang Engkau pilih untuk menjaga kitab suci-Mu, amin. Sekarang hafalanku hanya sekitar 15-an. Itu pun belum hafal seperti aku menghafal al-Fatihah. Masih harus lihat mush-haf dulu bila ingin nyetor… alhamdulillah ‘ala kulli hal.

Nama hafizhah itu adalah Ustadzah Mu’minah. Beliau bertandang ke PWM untuk melihat maktabah yang sederhana itu dan membeli buku-buku. Beliau mengusulkan agar salah satu buku yang dinilai paling bagus hendaknya dikembangkan menjadi buku yang lebih tebal kira-kira 100 halaman. Setelah itu, dikirimkan ke penerbit. Itu bisa menjadi salah satu anggaran untuk maktabah.

Ya, Ustadzah. Usulan yang juga ada dalam anganku… tapi hanya tercekat di kerongkongan. Aku takut dinilai terlalu muluk dalam berangan…

Entah, bagaimana dengan kawan-kawan PWM?

***

teman

Temanku itu namanya sama denganku. dia tidak berwajah cantik. tidak berharta cantik. tapi aku punya sesuatu yang aku andalkan darinya, karena aku berteman dengannya bukan karena zhahir.

Temanku itu, adalah teman yang akan selalu aku kenang dalam hidupku, InsyaAllah. dia adalah satu-satunya teman yang kurasa sangat menyayangiku. aku tak pernah mempunyai teman sebaik dia. dia adalah satu-satunya orang yang melihatku saat ku tak terlihat. dia mendampingiku saat dunia menjauh dariku. dia memberiku oase saat hatiku kering, sekering gurun pasir. dia memberiku salju saat api membara di dalam hatiku….

benarlah kata pepatah arab…

‘Indasy syada`id na’riful ikhwan.

kita akan tahu siapa saudara sejati kita saat kita tertimpa kesusahan.

entah apakah aku yang terlalu membutakan diri untuk melihat kebaikan orang-orang atau memang benar hanya dia yang memberikan senyuman tulusnya padaku saat ku merasa sempit… aku tak pernah tahu.

aku masih ingat saat hari-hari terakhir aku munaqasyah… aku dapat banyak masalah. aku dijauhi orang-orang karena masalahku. tapi dia tetap mau bersamaku. bahkan dia mau makan sepiring dengaku. dia selalu memberiku nasihat. dia memberiku semangat. dia menyalahkan aku saat aku salah. membenarkan aku dan mendukung langkahku saat aku benar meurut Allah.

ya Allah, aku mencintainya karena-Mu…

kumpulkanlah aku dengannya di dalam naungan-Mu saat tak ada naungan selain naungan-Mu…

aku juga mencintai keluarganya yang penuh kehangatan dan kasih sayang. ibunya yang begitu pengertian, merindukanku seperti dia merindukan anaknya sendiri…

sampai setelah aku mencecap manis kelulusan dari pondok, dia tetap menjadi temanku, teman yang kutumpahkan sebagian besar isi hatiku setelah Allah… teman yang selalu mau mendengarkan ocehanku. dia teman yang baik untuk semua orang…

dia dicintai semua orang…

dia seperti namanya… Cahaya Keutamaan… Cahaya Kelebihan…

Ya Allah, mudahkanlah semua urusannya dan urusan keluarganya….

MA-Ma’had ‘Aly

Ini sudah kali ke berapa aku masuk di Ma’had ‘Aly, atau biasa disingkat MA. Aku banyak mendapat manfaat di sana. Syukur juga sih aku masuk. Tapi ada yang membuat ganjalan di hati. Soalnya masuknya tergantung gurunya bisa ngajar apa tidak. jadi yaaa agak repot. Apalagi psikiatri. Pelajaran itu adalah pelajaran yang paling ku  minati setelah tafsir. Tapi sayang dosennya jarang masuk.

Pernah suatu kali kita rapat. Kawan-kawan satu kelas bagi-bagi tugas. siapa yang nulis jurnal, siapa yang jadi bendahara, siapa yang nulis bahan-bahan yang diajarkan dosen di kelas dll. Lhah waktu pelajaran tafsir, katanya suruh aku saja yang nulis. tapi aku ogah. Aku dah banyak tanggungan. Nggak mau ditambahin lagi. Takutnya tanggungan yang dulu-dulu tambah terbengkalai.

hari selasa malam, entah tanggal berapa, lupa. My Moen-Moen bilang padaku, katanya si Moef-Moef kemarin itu bilang gini: “Udah, Fa aja yang nulis tafsir. soalnya Fa kan ngefans gitu…” (ini omongannya si Moef2 ku hiperbolakan)

Gubraks! serasa ditimpuk batu karang nih ngedengernya. Aku kalo ngefans ya sama ilmu dosen-lah! tapi nggak ada salahnya kan kalo aku ngefans sama dosennya. kan beliau dzuu ‘ilmin. beliau itu orang pinter. Sebel deh kalo dimaknai negatif. aku emang ngefans banget sama pelajaran tafsir. soalnya aku juga ngajar pelajaran itu di pondok. jadi aku butuh banget sama pelajaran itu.  selain itu dosennya juga asyik. ilmunya banyak. cara ngajarnya juga menarik. asyik deh.

kalo masalah cinta niiih, aku udah punya kriteria sendiri. orang di dunia ini masih banyak yang single. ngapain repot-repot nguber yang double… Hiiiihiiiihiiiih. Canda….

itu salah satu kejadian aja di sana. banyak enjoynya. kata dosen, anak Plumpang nilainya lebih tinggi daripada yang di Solo. wah kalo itu sih tentunya bisa dimaklumin. soalnya mereka kerjaannya alias kesibukannya cuma sedikit (dibanding kita-kita begini). maklumlah, lha wong seminggu ngajarnya 24 jam. lha di sana 11 jam aja dah kebanyakan. otomatis bisa donk fokus ke kuliah. lagian mereka nggak masuk ke area anak-anak. di pondok pak Ustadz anak-anaknya bisa jalan sendiri. kalo di pondok yang ku masuki, makan aja ndadak di oyak-oyak, tidur di suruh, belajar di perintah… suping deh alias pusiiiing…

aku juga nggak mau salah niat untuk belajar. masak belajar cuma biar dapet nilai bagus? jangan dooonk… kalau cuma pingin itu nggak usah belajar aja. nilai aja diri sendiri. tinggal pilih angka paling bagus trus tempel di jidat. tul nggak?

belajar itu harus hanya karena Allah Ta’ala sajaaaah! nggak ada cinta yang lain….

udah dulu deh. jumpa lagi di lain kesempatan.

ceritaku dimuat di solopos 20 Maret 2010

GURUKU PAHLAWANKU

“Aku tidak suka guru itu. Dia galak. Seperti nenek sihir.”

Aku berhenti membaca buku yang ku pegang. Terbelalak mendengar pernyataan yang berasal dari kelas sebelah. Tampaknya sedang ada konferensi gunjing-menggunjing di sana. Sepertinya yang bersuara itu Noni, salah satu pentolan anak bermasalah di sekolah ini. Entah mengapa aku jadi tertarik pada topik mereka. Ku dekatkan lagi kursiku di tembok yang menjadi pembatas ruang kelas.

“Bukan seperti nenek sihir. Tapi seperti grandong.” Yang lainnya menyahut.

“Grandong ompong. Beo kesasar.” Yang lainnya lagi menambahi.

Kini mereka tertawa lepas. Sebenarnya telingaku panas mendengar gunjingan mereka. Aku tidak rela ada guru yang dihina. Walau bagaimanapun guru kita, mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Tapi aku tak punya nyali untuk berhadapan dengan gank mereka. Aku cenderung pendiam, dan tak bisa marah di depan mereka. Dan bila ku paksakan, mereka nanti bukannya takut. Tapi malah tertawa terbahak-bahak. Jadi lebih baik aku diam. Semoga mereka cepat bertaubat sebelum kualat.

***

Kata Riri, Noni dan kawan-kawannya marah karena Bu Laras memberi hukuman pada Rino. Murid kelas 2 F yang segank dengan Noni itu sudah berkali-kali diingatkan kalau sekolah tak boleh berpenampilan preman. Tapi dia tetap nekat. Yang mengerikan lagi, dia ketahuan kebut-kebutan di jalan. Akhirnya dia dipanggil Bu Laras untuk dinasehati dan diberi hukuman; menulis surat penyesalan dan perjanjian tak akan mengulangi perbuatannya lagi dan ditambah dengan berlari mengelilingi lapangan sebanyak tujuh kali.

Bila Noni dan kawan-kawannya bilang Bu Laras adalah guru yang galak, suka mengatur, cerewet dan sering membeo, maka menurutku, itu salah besar. Guru BP itu selain cantik,  juga baik. Beliau adalah muslimah sejati yang istiqomah dan berpegang teguh pada agamanya. Seluruh tubuh beliau tertutup dengan kain kecuali wajah dan tepalak tangan. Tidak mungkin beliau memutuskan sesuatu tanpa pertimbangan. Keputusan-keputusan beliau itu sangat tepat dan sarat hikmah.

Mereka saja yang tidak bisa membedakan antara galak dan tegas. Mereka saja yang masih kekanak-kanakan dan belum berpikir dewasa. Suka melakukan hal-hal yang memuaskan nafsu mereka sendiri dan tak pernah mau memikirkan akibat perbuatan mereka.

Jadi menurutku, beliau bukan guru yang galak, tetapi guru yang tegas. Menempatkan sesuatu pada tempatnya. Yang benar dibenarkan, yang salah disalahkan.

***

Sekolah sudah sepi. Semua murid sudah pulang. Kecuali aku dan beberapa teman karena kami sedang piket. Saat kami sedang asyik-asyiknya piket, tiba-tiba kami mendengar teriakan seorang cewek. Kami bersepakat meninggalkan kelas dan menuju ke arah suara. Saat kami keluar kelas, Bu Laras melintas di depan kami. Akhirnya, Bu Laras memimpin rombongan.

Kami menuju ke belakang sekolah. Betapa kagetnya kami melihat Noni bersandar di dinding seraya menangis ketakutan dan di depannya berdiri tiga orang lelaki tinggi besar.

“Hei, apa yang akan kalian lakukan terhadap anakku?” Bu Laras berteriak. Padahal beliau tahu Noni itu anak nakal dan pernah menggunjing beliau, tapi beliau masih memanggilnya ”anakku”.

Salah satu dari tiga lelaki itu berbalik menghadap ke arah kami. Aku menggigil. Bu Laras membentangkan tangannya, mencoba melindungi kami yang ada di belakangnya.

“Lelaki busuk! Beraninya sama perempuan! Sini, kalau berani!”

“Bisa apa kau, Cewek? Cepat serahkan benda berharga yang kalian miliki.”

“Sebelumnya, langkahi dulu mayatku!” Lagi-lagi, Bu Laras menantang.

Aku terperanjat. MasyaAllah! Aku terkaget-kaget melihat ekspresi Bu Laras. Beliau pasang jurus. Aku bisa melihat celana panjang di balik rok yang beliau pakai. Ternyata di balik kerudung lebar dan pakaian tertutup itu, beliau adalah jagoan silat.

“Wauw, itu gerakan bela diri tingkat utama. Sabuk hitam, karate.”

Aku memandangi Andi yang juga terkagum-kagum melihat gerakan lincah beliau saat mengikat mereka bertiga yang terus melawan dalam satu tali.

Bu Laras, aku bangga pada Anda… .

***

“Bu, kenapa Anda mau menolong orang yang telah menyakiti Ibu?”

Tanyaku, sehari setelah kejadian mengagumkan itu. Bu Laras tersenyum memandangku.

“Nanda… Allah itu tak akan berbohong. Kalau kita membalas keburukan saudara kita dengan kebaikan, maka permusuhan akan segera berakhir. Setelah kejadian itu, Noni minta maaf kepada Ibu dan berjanji akan memakai kerudung. Nah, dia menepati janjinya, kan?”

Ya. Sejak kejadian kemarin, Noni memang berubah. Subahanallah. Aku akan terus mengingat betapa guruku adalah pahlawanku.

puisi cinta

CINTA KITA CINTA DIA

Bila cinta adalah sebuah pohon

Maka aku adalah daunnya yang gugur

Berserakan tak beraturan

Tertiup angin

Terhempas tak tentu arah

Bila cinta adalah buah apel

Maka aku adalah bagian yang layu

Tak ada rasa

Tak punya harga

Ku pikir bila cinta berteman setia

Dia akan datang tanpa ku minta

Tak akan pergi meski aku mengusirnya

Tetap akan bernaung di balik bilik kecil hatiku

Cinta tetap akan ada

Meski harus diantar rasa kecewa

Harus tetap bersemayam di hati

Meski tak ada yang dapat diungkapkan lagi

Semoga cinta

Mengantar kita

Kepada cinta yang sesungguhnya

Cinta yang tak kenal selamat tinggal

Cinta yang tak tahu apa itu kecewa

Cinta kita yang berpadu di bawah naungan kasih-Nya

Karena cinta kita cinta Dia.

CINTA KITA BERSATU

Cinta

Bukan hanya bagaimana kau berkata

Tetapi cinta

Adalah sepenuhnya kau berbuat

Cinta

Adalah saat kau menjadi bayang

Memenuhi mimpi

Membangun harapan

Cinta

Adalah saat kau menyentuh hatinya

Dengan seutas senyum di bibir

Dan berkata

Aku serahkan seluruh raga dan jiwaku

Kepadamu, Kekasih…

Di bawah cinta-Nya, cinta kita bersatu