Kayyisa Adz-Dzakwania.

29 Desember 2012 adalah hari yang tak pernah ku lupakan setelah 19 Februari 2012. Gadis kecil yang cantik lahir dari rahimku. Saat itu aku hatiku begitu berwarna. Aku didampingi suamiku terkasih berjuang untuk membantunya keluar dari tempat yang sempit itu. Semangat dalam hati ini telah membuat semua menjadi lancar, bi idznillah…

Anak itu membuatku menjadi lebih berarti. juga membuatku mengerti mengapa Allah dan Rasul mengancam neraka bagi para pendurhaka ibu. Aku kini telah benar-benar merasakan ada sesuatu yang tak pernah ada sebelum aku jadi ibu. Rasa sayang dan keterikatan yang tak terlihat. Keterikatan yang ada di batin ini. Aku seperti mempunyai sesuatu yang ku rengkuh hingga sampai pada urat-urat jiwaku…

Ya Allah…

Sedemikian dalamkah Engkau memberi rasa itu pada para ibu… Rasa yang tak seorangpun memilikinya kecuali para wanita…

Aku tak mau dia sakit. Aku tak mau dia menderita. Ketika dia sakit, harapanku supaya dia sembuh, melebihi nafsu makanku ketika aku lapar. Aku tak mau dia haus. Atau lapar. Atau disakiti. Atau jatuh. Segala yang buruk-buruk..

Aku ingin dia selalu bahagia. Tertawa. Tersenyum. Ber-Pok ame-ame seraya membuka senyumnya dan terlihat 2 gigi serinya.

Duhai anakku sayang…

Ya Rabbi…

Aku memiliki rasa yang Engkau karuniakan kepada setiap orang tua. Sangat menyayangi anak. Sangat mencintai anak.

Aku memang sangat mencintai orang tuaku. sangat menyayangi mereka. tetapi aku sadar rasa sayang itu tak seberapa dibanding sayang mereka padaku. aku tahu itu karena aku kini telah menjadi orang tua. itulah sebabnya banyak anak-anak yang lebih mencintai anak-anak mereka, berjuang demi sesuap nasi untuk anak-anak mereka meski meninggalkan orang tua yang berada di sebuah kampung lusuh… karena dia telah menjadi seorang orang tua yang demikian sayang kepada anaknya. dan dia selamanya juga jadi anak yang tak akan mungkin mempunyai rasa sayang seperti yang dimiliki orangtuanya….

Ya Allah…

Rabbighfirlii wa liwaalidayya war hmahuma kama rabbayaanii shaghiira… amin.

Ya Rabb…

jadikanlah aku orang tua yang mudah memaafkan salah anak-anakku tanpa harus membuat mereka manja…

jadikanlah aku orang tua yang tegas terhadap mereka tanpa harus menyakiti mereka sekecil apapun…

jadikanlah aku orang tua yang bisa menjadi contoh yang baik untuk mereka dalam berbagai hal setelah Rasul-Mu…

Ya Allah,

jadikanlah anak-anakku seperti harapan yang telah ku ukir dalam nama-nama mereka…

jadikanlah mereka anak-anak yang mudah dirawat, diasuh, dididik dan diajak kepada kebaikan dan syari’at-Mu…

Hanya kepada-Mu ku sandarkan segala harapan dan cita-cita…

Kabulkanlah ya Allah….

amin

22.43

15 desy 13

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: