Sembuh

Bismillahirrahmanirrahim

Ya Allah…

Aku sudah mulai sembuh. Terimakasih atas keadaan ini. Rasa sakit itu tak lagi menusuk-nusuk hatiku. Aku sudah bisa sedikit demi sedikit melupakan kejadian pahit itu dan merasa seperti tak pernah terjadi apa-apa. Aku mulai bisa bangkit dari keterpurukan kemarin.

Meskipun bila aku melihatnya, rasa perih itu masih ada. Radang itu tergores… .

Tetapi aku bersyukur aku sudah mulai membaik.

Aku bisa berpikir hikmah dari kejadian ini, ya Allah…

Bahwa Engkau ingin memberitahu kepadaku bahwa keshalihan seseorang itu tidak dilihat dari zhahirnya…

Bahwa Engkau ingin mengajariku tentang kesempurnaan iman

Bahwa Engkau ingin aku semakin mengenal-Mu

Bahwa Engkau ingin agar pahalaku semakin banyak

Dan juga…

Engkau ingin aku semakin tahu bahwa aku mempunyai seseorang yang begitu mencintaiku karena-Mu… Seseorang yang siap dengan telinganya untuk mendengar apa yang aku katakan. Seseorang yang siap untuk ku pinjam bahunya saat letih mendera hari-hariku. Seseorang yang siap dengan mau’idhoh-mau’idhohnya yang menghujam kuat di dalam hatiku… seseorang yang senyum oasenya mampu melegakan dahaga seorang musafir di dalam gurun sepertiku…

Ukhtii… aku harus bersyukur atas anugerah Allah berupa dirimu, untukku….

Terimakasih atas semua rasa sakit yang manis ini, ya Allah….

Jadikanlah aku ini orang yang sangat bersyukur atas apapun yang menimpaku, baik suka maupun duka…

Amin ya Rabbal ‘Alamin.

Saat sore sedang murung di awal Ra-wal

01 Ra-wal 1432

05 Jany 2011

Iklan

6 responses to this post.

  1. Posted by annisa1 on Februari 7, 2011 at 7:54 am

    Ukhti, jangan menyerah.. Ada seorang ulama yang mengatakan kurang lebih seperti ini, “Aku tidak peduli apakah sesuatu yang baik atau sesuatu yang buruk yang menimpaku. Tapi yang lebih penting adalah Allah ridha padaku.” Ukhti, mungkin ana tidak bisa membantu apa-apa, tapi insya Allah aku membantumu dalam bentuk yang lain.. 🙂 Ayo tersenyumlah! 🙂

    Balas

  2. Posted by Fa on Februari 8, 2011 at 1:36 pm

    🙂 ya…. jazakumullah khair atas segalanya…
    atas oase yang telah dirimu beri di tengah hatiku yang menggurun… tentunya dengan izin Allah…

    Balas

    • Posted by peter on April 12, 2011 at 1:41 am

      inilah seni hidup,penderitaan batin akan terobati bila ada pengampunan.mengampuni berarti menyembuhkan,tidak mengampuni berarti menyimpan deposito dendam dan benci yang tiada habisnya..inilah permulaan hidup dalam neraka..mengampuni permulaan hidup di surga.amin

      Balas

  3. thanks for your comment…
    nice to speak with you…

    Balas

    • Posted by peter on Mei 2, 2011 at 7:07 am

      apakah tujuan hidup manusia yang sebenarnya?terkadang orang tidak mengerti apa tujuan hidupnya..`sehingga tidak mengherankan banyak orang tidak mau menjalani hidupnya lagi, lalu mengakhirinya..persoalan bukannya berakhir namun permulaan penderitaan yang tiada batasnya..tanggung jwab pada Tuhan yang akan di hadapi..semoga kita mengenal untuk apa kita hidup..

      Balas

  4. Posted by Fa on Mei 8, 2011 at 7:06 am

    hakikat kehidupan adalah untuk beribadah pada Yang telah menciptakan kita. Dialah Yang Maha Esa.. Yang tak ada sesembahan selain Dia… Dialah tujuan. Dialah muara cinta…. Allahu Akbar…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: