Luka

Bismillahirrahmanirrahim

Ada sepotong luka di tengah hatiku yang memerah. Saat senja mulai melambaikan tangannya. Lalu lirih ucapkan selamat tinggal. Waktu itu kelam menyambutku. Malam akan menjadi temanku. Aku cemas… seakan esok tak lagi ada. Seakan surya pergi untuk selamanya. Aku ingin kau tetap tinggal di sini, Surya… . Di tengah-tengah hati ini. Tetapi adakah seberkas cahaya memberiku kesempatan untuk menggapaimu ….

Saat luka menawarkanku air mata, dengan sigap aku mengiyakannya. Padahal kata orang, air mata malah akan menambah perih sebuah luka. Entahlah, mengapa aku tak bisa menolak tawarannya. Lalu aku merasakan… lukaku semakin perih…

Aku mencoba untuk selalu membalut lukaku. Mengobatinya dengan obat paling mujarab yang pernah ku tahu. Tetapi balutan luka itu selalu saja tertoreh, karena kau tak pernah datang mengunjungiku kembali… Aku selalu menunggu habisnya malam yang terus memberikan kesenyapan. Mengharap kau segera datang, Surya… Menyinari hatiku… Memberiku kehangatan. Jangan kau pergi terlalu lama… sebab aku tak akan tahan tanpa mu. Aku akan mati bila kau tak ada. Maka, cepatlah datang, sebelum aku mati…

Iklan

4 responses to this post.

  1. Posted by anesa_putri on Januari 25, 2011 at 9:30 pm

    mungkin…
    kau haya rasakan keelokan sang surya karena kau lupa akan indahnya bebintang dan rembulan di tengah kelamnya malam
    tak sadarkah…?
    selama ini bebintang dan rembulanlah yang selalu setia menemani malam-malammu dalam pantulan keindahan cahayanya

    Balas

    • Kau benar, kawan…
      Aku hanya ingin jujur pada diriku sendiri bahwa memang benar aku seakan dibutakan oleh sinar surya sehingga cahaya rembulan dan bebintang yang semestinya lebih indah dan teduh jadi tak kelihatan oleh mata kehidupanku…

      Balas

  2. Posted by Rean on Januari 28, 2011 at 6:24 am

    Subhaanallah…sungguh kalimat-kalimat tingkat tinggi…Ukht, teruslah menulis menulis dan menulis, sebagaimana nama blog ini….Allah selalu membimbing kita dan selalu menunjuki kita pada jalan yang benar…aamiin
    Salam rindu dan sayang dari Q, Ukhti…

    Balas

  3. Antum rindu pada ana? yang bener aja… 😀

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: