Tak Ada yang Membahagiakan Diriku Selain…

Bismillahirrahmanirrahim

Ustadzah Kafi sudah pensiun dari jabatan pengurus KBM KMI NDM. Tahun ajaran ini, aku yang diamanahi memegang jabatan itu. Bila dipikir-pikir, aku bukanlah orang yang pantas untuk memikul beban seberat itu. Mengingat betapa diriku begitu kecil di hadapan semua temanku… aku merasa ada teman yang lebih baik dari diriku ini. Lebih mampu, lebih berbakat dan lebih segalanya. Tapi mengapa ustadzah Kafi dan Ustadz Fadholi menyerahkannya kepadaku?

Aku hanyalah seseorang yang ingin menjadi baik dari hari ke hari, tetapi seringkali gagal….

Aku hanyalah sebutir pasir di tepi pantai… mengharap sampainya sinar mentari di sela-sela desak ribuan butir pasir-pasir itu…

Aku tak lebih baik dari angin yang berhembus sepoi menerbangkan kapas-kapas putih…

Aku juga belum mampu meniru sebuah kura-kura yang tetap istiqomah untuk selalu tenang di masa-masa sulit…

Allah…

Hanya kepada-Mu, aku kembalikan berat langkah ini… hanya kepada-Mu ku sandarkan beban yang menghimpit hari-hariku…

Aku tahu masalah-masalah yang Engkau suguhkan dalam kehidupanku ini adalah untuk mendewasakan diriku… hati ini semakin tenang bila dekat dengan-Mu. Hati ini semakin tentram bila bisa menundukkan pandangan dan menyedikitkan hubungan dengan ajnabi, meski untuk hal-hal yang dianggap penting. Betapa manis ku rasa di dalam dada bila aku berhasil menahan hawa nafsuku untuk melakukan hal-hal yang tak bermanfaat. Betapa nyaman di jiwa bila aku bisa berlama-lama munajat pada-Mu di malam-malam kelam tanpa takut mata ini dimakan rasa kantuk.

Tak ada yang lebih membahagiakan diriku selain taqarrub kepada-Mu, ya Allah… maka bantulah aku untuk selalu istiqamah di dalamnya…

Amin ya Rabbal ‘Alamin.

 Di awal waktu dulu, aku menolak keras dijadikan pengganti ustadzah Kafi mengurus KBM KMI. Tetapi beliau tetap bersikukuh. Akhirnya, hati kecilku berkata,”Kenapa tak mau? Bila kau menolak kesempatan ini, berarti kau menolak kesempatan untuk mengembangkan dan mendewasakan dirimu! Lalu kapan kau akan mendewasakan dirimu? Kalau tidak sekarang kapan lagi? Cetak prestasimu mulai detik ini…”

Aku diam sejenak, mencerna nasihat yang tiba-tiba muncul dalam diriku sendiri. Benar juga! Kesempatan ini kalau tidak aku ambil, akan diambil orang lain dan aku akan bertemu Allah dalam keadaan kurang pahala… jangan! Tidaaak! Aku tak mau seperti itu! 

Solo, 27-07-2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: