laa azhunn

Judul di atas adalah bahasa arab yang berarti aku tak menyangka.

Ya. aku benar-benar tak menyangka hariku akan sekusut ini. Jadi begini rasanya diuntel-untel oleh kenyataan… kusut… bingung bagaimana akan meluruskannya kembali. Aku ingin hidup seperti dulu, kembali normal dan seakan tak pernah ada cerita yang mengusutkan hari-hariku belakangan ini. Tetapi bahkan aku sendiri lupa, kehidupan normal itu yang bagaimana… kehidupan sebelum aku bertemu dengan orang-orang yang menjadikan hidupku lebih berwarna. Tepatnya warna-warna kelam benang putih lurusku.

Mungkin akulah yang sengaja dekat-dekat dengan warna abu-abu. Aku tak begitu peduli dengan warna merah yang berkali-kali jadi warning dalam langkah ini.

Kau tahu? Sore tadi aku seperti orang linglung. Jadi sering kepleset. Nyepeda malah nggarut trotoar, mau copot sepatu lupa nggak dilepas dulu talinya (makanya dilepas kok nggak bisa-bisa), adzan nggak dijawab padahal suaranya sampai hampir bikin telinga pecah, shalat jadi nggak tahu apa yang dibaca…

Ya Allah… kusut sekali benang kehidupanku kali ini.

Kau tahu kenapa?

Aku tak bisa menjawabnya.

Kehidupan ini memang memberi banyak lika-liku. Kadang kita seakan terbang ke angkasa saking gembiranya. Kadang pula berbunga-bunga karena merasa dicinta, kadang sepi menggelayut di tepi hari, kadang sedih meraih-raih iman yang rapuh, kadang kecewa memenuhi dada, takut ditinggal kesetiaan, khawatir dirundung air mata…

Ana laa azhun…

Ternyata, ada ya lelaki yang begitu tega mengatakan kepada perempuan yang dilamarnya:

“Kalau nggak mau ya sudah, masih banyak wanita lain. lelaki kan sedikit. aku bisa menikah dengan perempuan selainmu…”

wuih, wuiiiih… pedenya selangiiiit. iya, emang dia bisa menikahi perempuan manapun yang dia suka. tetapi masalahnya perempuannya mau apa tidak sama dia….

Duhai… sungguh langka lelaki yang berperangai lembut kepada wanita. Yang sangat mengerti bagaimana bengkoknya mereka dan cara meluruskannya. Bagaimana harus menghadapi mereka… Satukanlah aku dengan lelaki shalih yang Engkau ridhai, yang tidak memadharatiku dunia akhirat. sebab bila aku bersatu dengannya, aku pun seperti dia… Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: