ngaji sabtu sore

1. kalau benar-benar beriman kepada Allah, maka kita tak boleh takut sama gendruwooo dan yang sejenisnya.

2. jangan anggap diri kitalah yang paling baik atau lebih baik dari orang lain. tapi kita harus introspeksi diri, apakah yang selama ini kita jalani itu baik.

3. Para sahabat itu begitu peka terhadap perubahan mimik wajah Rasulullah, seperti marah, senang dsb. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa orang itu kalau cerdas, dia akan peka terhadap sesuatu.

4. Rasulullah tidak suka mengumbar kemarahan, tidak suka teriak-teriak. beliau sangat lembut nan tegas.

5. kalau pusat perhatian kita dalam hidup ini adalah untuk dapat ridha Allah, maka kita akan memperhatikan segala aspek kehidupan bagaimana kita akan dapat ridha Allah. otomatis kita akan menjadi orang yang baik. karena Allah tidak akan meridhai sesuatu kecuali yang baik-baik….

6. Para sahabt itu sangat memperhatikan apa yang dikatakan Rasul. Mari periksa diri, bagaimana dengan kita? mereka lebih memilih susah daripada senang tetapi tidak dapat ridha Allah.

7.

Iklan

2 responses to this post.

  1. Para sahabt itu sangat memperhatikan apa yang dikatakan Rasul. Mari periksa diri, bagaimana dengan kita? mereka lebih memilih susah daripada senang tetapi tidak dapat ridha Allah.

    poin terakhir tidak jelas dan membingungkan serta ambigu

    Balas

  2. Posted by fadhilah on Juli 10, 2010 at 9:24 am

    jadi para sahabat itu jika Rasulullah sas. mengatakan sesuatu, maka mereka akan selalu memperhatikannya. yang namanya memperhatikan itu tidak hanya mendengarkan tetapi juga mengerjakan apa yang harus dikerjakan dan menjauhi apa yang harus dijauhi dalam perkataan Rasulullah. mereka tidak masa bodoh dan selalu peka. mereka lebih memilih susah dari pada senang, bila di dalam kesenangan itu mereka tidak mendapat ridha Allah. lebih baik susah dan dapat ridha Allah, karena memang tujuan hidup adalah untuk mencari ridha Allah.
    bukankah para sahabat itu adalah uswah hasanah bagi kita? sekarang kita memang tidak berjumpa dengan Rasul. tetapi kita masih bisa berjumpa dengan sabda-sabda beliau. makanya, yok kita instrospeksi diri… mereka yang dijamin surga oleh Allah saja, bisa sedemikian tunduk dan patuh kepada Allah dan Rasul, lantas bagaimana dengan kita?
    paham ya Akhiii…
    jazakumullah khair udah menanggapi posting ini.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: